BeautyBabes, pernah nggak sih merasa ada satu pasang sepatu yang rasanya benar-benar menggambarkan kepribadian kamu? Bukan hanya soal desain atau kenyamanan, tetapi juga cerita, karakter, dan confidence yang ikut melekat di dalamnya. Semangat inilah yang ingin dirayakan Dr. Martens lewat kampanye terbarunya, With Bouncing Soles, untuk koleksi Autumn/Winter 2026 (AW26). Mengusung pertanyaan “What Makes Your Sole Bounce?”, kampanye ini mengajak setiap orang untuk menemukan hal-hal yang membuat mereka berani tampil berbeda, mengekspresikan diri, dan tetap autentik dengan karakter masing-masing.
Baca Juga: PUMA Hadirkan Deviate Route: Tantangan Urban Crawl 5K untuk Uji Kecepatan, Kontrol, dan Adaptasi
Bagi Dr. Martens, With Bouncing Soles bukan sekadar slogan. Frasa yang sudah menghiasi heel loop sepatu ikonisnya sejak 1960 ini kini berkembang menjadi representasi kreativitas, individualitas, dan komunitas yang telah membentuk identitas merek selama lebih dari 65 tahun.
Awalnya, frasa tersebut merujuk pada teknologi sol berbantalan udara atau air-cushioned sole yang menjadi ciri khas Dr. Martens. Namun, seiring waktu, maknanya semakin luas. Kini, With Bouncing Soles juga merepresentasikan keberanian untuk menjadi diri sendiri, berpikir kreatif, dan meninggalkan jejak personal di mana pun berada.
Global Brand Creative Director Dr. Martens, Neil Cummings, menjelaskan bahwa platform ini menjadi benang merah yang menghubungkan individu-individu yang telah membentuk karakter merek dengan generasi baru yang sedang menemukan Dr. Martens melalui cara mereka sendiri.
Menurutnya, kampanye ini merupakan undangan untuk merayakan kreativitas, individualitas, dan kepercayaan diri dalam mengekspresikan diri. Menariknya, proses menemukan jawaban atas pertanyaan “What Makes Your Sole Bounce?” menjadi bagian penting dari pesan yang ingin disampaikan.
Chloë Sevigny hingga Naomi Watanabe, Punya Cerita Sendiri tentang Ekspresi Diri
Untuk kampanye AW26, Dr. Martens menggandeng sejumlah figur internasional dari dunia seni, musik, hiburan, dan komunitas. Nama-nama yang terlibat antara lain aktris sekaligus ikon gaya Chloë Sevigny, musisi dan penulis Jordan Stephens, serta komedian dan pengusaha Naomi Watanabe.
Ketiganya punya jawaban berbeda tentang apa yang membuat mereka terus bergerak dan mengekspresikan diri.
Bagi Chloë Sevigny, Dr. Martens merupakan item yang semakin personal seiring waktu. Ia memaknai pertanyaan kampanye ini melalui rasa ingin tahu, keberanian mencoba hal baru, dan keterbukaan terhadap berbagai pengalaman.
Sementara itu, Jordan Stephens melihat kreativitas melalui kekuatan kata-kata. Ia juga tertarik dengan permainan makna antara sole dan soul, yang menurutnya menggambarkan bagaimana kreativitas bisa hadir dalam berbagai lapisan makna.
Berbeda lagi dengan Naomi Watanabe. Sebagai komedian dan sosok berpengaruh di dunia budaya, ia melihat kegembiraan serta ekspresi diri sebagai bagian penting dari perjalanan kreatifnya. Melalui kampanye ini, Naomi juga berkesempatan membawa karakter komedinya ke dalam dunia Dr. Martens di New York.
Bersama para penggerak komunitas Doc’s dari berbagai penjuru dunia, kisah mereka menunjukkan bahwa setiap orang punya cara tersendiri untuk mengekspresikan diri. Tidak harus sama, karena justru perbedaan itulah yang membuat setiap cerita menjadi menarik.
Lima Siluet Ikonis Dr. Martens Hadir dengan Sentuhan Baru
Selain menghadirkan cerita para kreator, kampanye With Bouncing Soles juga menyoroti lima siluet ikonis Dr. Martens yang sudah menjadi favorit lintas generasi. Ada boot 1460, sepatu 1461, loafer Adrian, Chelsea boot 2976, hingga Mary Jane 8065. Kelimanya kembali hadir dengan sol air-cushioned orisinal Dr. Martens dan material kulit Crazy Horse yang memberikan karakter khas.
Untuk musim AW26, koleksi ini memperkenalkan pilihan warna baru Cherry Red yang memberikan sentuhan berani pada tampilan klasik Dr. Martens. Selain itu, model 1460, 1461, dan Mary Jane 8065 juga hadir dalam pilihan warna DM’s Green. Salah satu detail menarik dari koleksi ini adalah penggunaan kulit Crazy Horse. Material tersebut dikenal memiliki karakter yang semakin terbentuk seiring waktu dan pemakaian, sehingga tampilannya dapat berkembang secara personal pada setiap pasang sepatu.
Hal ini sejalan dengan pesan utama kampanye: tidak ada dua cerita, atau dua pasang sepatu, yang benar-benar sama. Setiap pemakai meninggalkan jejaknya sendiri, sementara material kulitnya ikut berevolusi bersama perjalanan tersebut. Di balik tampilannya yang khas, Dr. Martens tetap mempertahankan daya tahan dan kualitas pengerjaan yang telah menjadi bagian dari identitas merek selama puluhan tahun.
Mulai dari boots yang bold hingga Mary Jane yang lebih playful, setiap siluet punya karakter tersendiri. Tinggal sesuaikan dengan personal style dan mood yang ingin BeautyBabes tampilkan!
Bukan Sekadar Kampanye, tetapi Ruang untuk Komunitas
Menariknya, With Bouncing Soles tidak hanya dirancang sebagai kampanye musiman. Dr. Martens ingin mengembangkannya menjadi platform jangka panjang yang melibatkan lebih banyak orang dan komunitas.
Ke depannya, platform ini akan hadir melalui berbagai kolaborasi kreatif, program budaya, pengalaman ritel, hingga inisiatif komunitas di berbagai negara. Dr. Martens juga akan menghadirkan workshop interaktif dan pengalaman langsung yang membuka ruang bagi publik untuk mengeksplorasi kreativitas serta terhubung dengan sesama komunitas.
Pada akhirnya, With Bouncing Soles membawa pesan sederhana tetapi relatable: fashion bukan hanya tentang apa yang kita kenakan, tetapi juga bagaimana kita mengekspresikan siapa diri kita.
Selama lebih dari 65 tahun, Dr. Martens telah menghadirkan siluet-siluet ikonis yang menemani berbagai generasi. Namun, cerita di balik setiap pasang sepatu selalu menjadi milik orang yang memakainya.
Kampanye With Bouncing Soles resmi diluncurkan pada 24 September 2026. Koleksi Crazy Horse Icons kini tersedia melalui toko Dr. Martens, situs resmi drmartens.id, serta jaringan stockist pilihan Dr. Martens.
So, BeautyBabes, what’s your sole story? Apakah lewat kreativitas, keberanian mencoba hal baru, atau simply being yourself? Karena pada akhirnya, personal style bukan tentang mengikuti semua tren, melainkan menemukan cara paling autentik untuk menunjukkan siapa diri kita. And that’s what makes your sole bounce!







































