HomeHairKini Sampah 🚮 Saset Dan Botol Plastik HDPE 🚿🧼🧴 Dari Produk Kecantikanmu...

Kini Sampah 🚮 Saset Dan Botol Plastik HDPE 🚿🧼🧴 Dari Produk Kecantikanmu Bisa Hasilkan Insentif Buat Kamu!

Waktunya “pengakuan dosa” nih: Kami termasuk kaum hoarding yang suka numpukin botol-botol bekas produk kecantikan 🚿🧼🧴, mulai dari sampo, body wash, hingga face mist. Alasan “dibuang sayang” atau “masih bagus, nanti bisa dipakai lagi”, biasanya dikamuflase dengan niat untuk mengembalikan botol kemasan kosong untuk didaur ulang. Namun, ujung-ujungnya jadi mager atau tidak sempat untuk mampir ke gerai yang menerima kemasan kosong tersebut. Hasilnya, jadi sampah numpuk di rumah. Tapi itu dulu! Soalnya 🔊 berita baik nih, BeautyBabes! Kini sampah 🚮 saset dan botol plastik HDPE dari produk kecantikanmu bisa dijemput ke rumahmu (jadi kamu tak perlu repot lagi harus pergi sendiri keluar) dan habis itu kamu bisa dapatkan insentif loh! W🤩W abis kan? Yes, sekarang waktunya kamu join program Conscious Living dari P&G Indonesia bersama dengan Octopus, yang didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat.


Program ini dicetuskan dengan berkaca pada permasalahan nyata yaitu sampah konsumen Indonesia terdiri dari beragam jenis, beberapa jenis sampah plastik yang saat ini belum terselesaikan adalah sampah sachet atau saset, plastik multilayer, dan sampah HDPE. Tantangan pengelolaan sampah saset atau plastik multilayer adalah perihal proses penguraiannya yang sulit; sedangkan sampah plastik HDPE, yang merupakan salah satu kontribusi sampah terbesar saat ini, belum memiliki nilai ekonomi.

Melansir data dari Bappenas dan Kementerian Maritim dan Investasi, terdapat sekitar 170 ribu ton sampah yang dihasilkan oleh Indonesia dalam sehari. Namun hanya sekitar 10 hingga 15 persen yang diproses untuk didaur ulang, yang mana 62 persen dari keseluruhan sampah tersebut, didominasi oleh sampah rumah tangga. Hal ini dilansir dari data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2020.


Dilatarbelakangi dengan permasalahan tersebut, Procter & Gamble (P&G), salah satu perusahaan fast moving consumer goods (FMCG) yang terkenal melalui beberapa merek kecantikan ikonis, seperti: Pantene, Head & Shoulders, Rejoice, Herbal Essences, SK-II, dan Olay, kini bekerja sama dengan start up Octopus Indonesia dan didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat, untuk bersama-sama meluncurkan program Conscious Living.


Program ini merupakan kelanjutan dari program Conscious Living yang telah dilakukan oleh P&G sejak tahun 2020 secara internal, yang dilatarbelakangi oleh bentuk pertanggungjawaban P&G atas dampak bisnisnya terhadap lingkungan. Pada program Conscious Living sebelumnya, karyawan P&G Indonesia melakukan pemilahan sampah dan telah berhasil mengumpulkan lebih dari 5,1 ton sampah rumah tangga mereka sendiri untuk didaur ulang.

P&G Sustainability


LV Vaidyanathan, President Director P&G Indonesia menjelaskan bahwa program Conscious Living merupakan bagian dari berbagai inisiatif dan seruan yang dilakukan oleh Procter & Gamble (P&G), sebagai salah satu perusahaan fast moving consumer goods (FMCG) berskala global, untuk mengajak masyarakat melakukan gerakan pelestarian lingkungan.

Baru-baru ini, P&G menegaskan kembali komitmen dan visi berkelanjutan perusahaan untuk menetralisasi dan mengurangi tingkat emisi karbon. P&G secara global aktif berencana untuk mengurangi emisi gas dan mengurangi sebagian besar emisi di seluruh pabrik dan rantai pasokan. P&G juga berambisi untuk menargetkan di tahun 2040, mereka menjadi perusahaan berbasis net zero green-gas emission yang artinya P&G berencana untuk tidak menghasilkan emisi gas lagi pada tahun 2040, dengan langkah-langkah yang telah mereka ambil (menggunakan energi alternatif dan lainnya).

Di Indonesia sendiri, P&G turut melaksanakan komitmen dengan menjaga kelestarian lingkungan. Selama lebih dari 30 tahun berada di Indonesia, P&G selalu memastikan setiap aktivitas yang dilakukan mempertimbangkan aspek lingkungan yang berkelanjutan, baik dari produksi, packaging, suplai produk, pemasaran, dan lain-lain. Untuk mendukung sustainability di proses produksi, P&G Indonesia menerapkan prinsip responsible consumption dengan program perbaikan berkelanjutan seperti: efisiensi penggunaan air dan energi di dalam kegiatan sehari-hari di pabrik, serta menerapkan zero waste to landfill.


Berikut beberapa pembaharuan yang telah P&G Indonesia lakukan:

💙 P&G Global Target: Mengurangi emisi di seluruh operasi global P&G hingga 50%.
Update Conscious Program di Pabrik P&G Indonesia: Status: Overdelivered.
P&G Indonesia telah mengurangi pengurangan jejak 91% dengan mengoptimalkan penggunaan energi dan memperkenalkan kemampuan atau teknologi baru.

💙 P&G Global Target: Mengurangi emisi di seluruh rantai pasokan P&G hingga 40%.
Update Conscious Program di Pabrik P&G Indonesia: Status: Overdelivered.
– P&G Indonesia telah melakukan 90% pengurangan jejak karbon dengan menggunakan kembali dan mengoptimalkan sistem pemulihan air.
– 92% pengurangan jejak karbon dengan mengurangi penggunaan plastik dan mengoptimalisasi sistem operasi.

💙 P&G Global Target: Menggunakan 100% energi listrik terbarukan.
Update Conscious Program di Pabrik P&G Indonesia: Status: Overdelivered & DONE.
Pada akhir tahun 2021, pabrik P&G Indonesia di Jakarta sudah menggunakan 100% energi terbarukan.

💙 P&G Global Target: Mengurangi intensitas emisi pengangkutan produk jadi hingga 50%.
Update Conscious Program di Pabrik P&G Indonesia: Status: Overdelivered.
Lebih dari 4,1 M ton pengurangan CO2 dari proyek Transformasi, Arjuna dan Intermodal. Bahkan P&G Indonesia berhasil mengurangi 1,3 juta kilometer di 2020 – 2021.


Selain pencapaian tersebut, P&G Indonesia juga telah memperluas Program Conscious kepada karyawan, pelanggan, dan para konsumen mereka guna mencapai ambisi target Net Zero Greenhouse Gas Emissions pada tahun 2040 melalui:

♻️ Conscious Living Program: Lima ton plastik berhasil dikumpulkan oleh karyawan P&G dan didaur ulang.
♻️ Conscious Innovation: 48% bisnis P&G sudah menggunakan kemasan daur ulang.
♻️ Conscious POSM: P&G Indonesia berhasil mengurangi 120 ton plastik setara dengan ukuran paus biru 🐋.

Kolaborasi P&G Indonesia x Octopus Indonesia x DLH Provinsi Jawa Barat

View this post on Instagram

A post shared by Octopus (@octopus.ina)


Melihat kesuksesan tersebut, P&G melakukan ekspansi program ini dengan melakukan multikolaborasi dengan pihak-pihak eksternal untuk dampak skala yang lebih besar. Namun yang berbeda pada kegiatan kali ini, P&G Indonesia melibatkan berbagai sektor, di antaranya pemerintah lokal, start up Octopus selaku operator pemilahan sampah, hingga konsumen P&G. Program ini didirikan melalui proses pengelolaan sampah yang terintegrasi guna mencapai sistem ekonomi sirkular.

Angkat topi buat P&G Indonesia sebagai pionir FMCG pertama yang memelopori kelola sampah plastik saset multilayer dan HDPE melalui program sirkular ekonomi bersama dengan Octopus. Dan Jawa Barat menjadi provinsi pertama diluncurkannya program Conscious Living ini.

Melalui program Conscious Living ini, P&G berupaya mengambil peran aktif dalam mendukung program pemerintah provinsi Jawa Barat, dengan bertanggung jawab atas sampah produknya secara terpadu. Melalui program ini, P&G juga turut mendukung Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang merencanakan kota Bandung untuk tidak lagi memiliki TPA di tahun 2023.

Sebagai operator utama program ini, Octopus memberikan layanan melalui aplikasi yang didirikannya (📱 telah tersedia di Google Play Store dan App Store), yang mana konsumen dapat memilah sampah kemasan KHUSUS produk P&G dan dilaporkan melalui aplikasi Octopus untuk dijemput oleh pelestari (dulu dikenal dengan istilah pengumpul sampah atau pemulung). Panduan untuk memilah sampah, ada di aplikasi Octopus yang mudah untuk diikuti. Jadi kamu tidak perlu bingung lagi, BeautyBabes!

DOWNLOAD APLIKASI USER OCTOPUS!

Melalui kerja sama ini, kemasan saset atau multilayer dan plastik HDPE dari produk-produk P&G akan dikumpulkan oleh masyarakat provinsi Jawa Barat atau konsumen P&G, yang mana nantinya para pengguna akan mengakses aplikasi mereka untuk menyetorkan sampah produk-produk P&G dengan menghubungi pelestari Octopus melalui aplikasi.

Pelestari kemudian akan datang dan mengambil sampah kemasan produk yang sudah dikumpulkan dan dipilah oleh konsumen. Kemudian sampah tersebut diserahkan kepada pengusaha pengolah sampah atau pengepul dan sampah ini akan diolah menjadi sumber energi terbarukan sehingga tidak sampai ke Tempat Pembuangan Akhir.

Uniknya, melalui program ini, setiap kamu melakukan penyetoran sampah maka kamu sebagai konsumen akan mendapatkan poin rewards atau insentif yang bisa ditukarkan dengan pulsa atau token listrik. Sementara 2.800 pelestari di kota Bandung akan mendapatkan manfaat berupa tambahan pendapatan 💰.

Hingga saat ini, Octopus Indonesia memiliki pengguna yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Aplikasi ini telah hadir di kota Makassar, Badung (Bali), Gianyar (Bali), Denpasar, dan Provinsi Jawa Barat.


Asrini Suhita, selaku P&G Indonesia Sales Senior Director & Sustainability Leader mengungkapkan bahwa,“Program ini bertujuan untuk melestarikan lingkungan dengan mencegah sampah plastik saset atau multilayer dan HDPE dari produk P&G berakhir di TPA. Hal ini, merupakan bukti komitmen kami sebagai perusahaan FMCG dalam berupaya untuk mempertanggungjawabkan dampak bisnis kami terhadap lingkungan. P&G merupakan pelopor dalam mengimplementasikan proses pengolahan sampah khususnya plastik saset multilayer dan plastik HDPE yang belum memiliki nilai saat ini, sehingga dapat memiliki nilai ekonomi yang dapat memberikan manfaat untuk masyarakat.”


Moehammad Ichsan, Co-Founder dan CEO Octopus Indonesia menambahkan,“Kami senang sekali, karena melalui program Conscious Living ini permasalahan sampah saset atau plastik multilayer dan plastik HDPE dapat ditangani. Selama ini, sampah jenis-jenis ini selalu dianggap sebagai sampah yang tidak memiliki nilai. Namun, melalui program ini, kami bersama dengan P&G menciptakan sebuah sistem yang tidak hanya memberikan nilai terhadap sampah tersebut, namun juga memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang terlibat, di antaranya adalah konsumen, pelestari, dan pengepul. Dengan ini kami merasa sangat bangga bermitra dengan P&G dan kami berharap bahwa kerja sama ini dapat terus berinovasi dan berkembang ke wilayah lainnya.”


Dr.Ir. Prima Mayaningtyas, M.Si, selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat (DLH) menyambut dengan antusias saat diluncurkannya program ini. “Kami mewakili pemerintah provinsi Jawa Barat mendukung penuh program ini, karena program ini sejalan dengan program pengelolaan lingkungan pemerintah provinsi kami. Salah satu tantangan terbesar kami saat ini memang perihal pengelolaan sampah plastik tanpa nilai ekonomi seperti saset multilayer dan HDPE. Saya sangat berterima kasih kepada P&G yang memelopori pergerakan yang sangat baik ini di industri FMCG. Terima kasih kepada P&G dan Octopus Indonesia yang telah memilih Bandung Raya sebagai wilayah pertama pelaksanaan program Conscious Living. Kami berharap program ini dapat dilaksanakan di kota dan kabupaten di wilayah Jawa Barat lainnya.”

**************************

Maka dapat disimpulkan bahwa, dengan peluncuran program Conscious Living, P&G berharap dapat mencapai tiga tujuan utama, yaitu:

🍃 Pelopor Dalam Pelestarian Lingkungan: P&G sebagai perusahaan yang memproduksi produk dengan kemasan plastik saset atau multilayer dan HDPE, menjadi pelopor dalam penanganan jenis sampah multilayer dan HDPE menjadi memiliki nilai ekonomi.
👥 Memberdayakan Masyarakat: Program Conscious City diharapkan akan memberdayakan sebanyak 2.800 pelestari. Program ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup para pelestari serta berkontribusi untuk memberikan peningkatan terhadap pendapatan mereka, dari pendapatan di bawah UMR menjadi di atas UMR Provinsi Jawa Barat dengan melakukan pengumpulan sampah saset multilayer dan HDPE milik P&G.
🏙️ Mendukung Pemerintah Provinsi Jawa Barat: P&G mengambil peran aktif dalam mendukung program pemerintah Jawa Barat, dengan bertanggung jawab atas sampah produknya secara terpadu. Dalam hal ini, P&G mendukung Pemerintah Jawa Barat dalam membangun TPST di tahun 2023 dan mengeliminasi TPA di Kota Bandung.

“Program Conscious Living tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan dari pemerintah dan juga masyarakat setempat. Oleh karena itu, kami berterima kasih kepada pemerintah Provinsi Jawa Barat dan juga Octopus yang telah menjadi bagian penting dari komitmen kami dalam mengimplementasikan nilai perusahaan kami yakni Force for Good, Force for Growth,” tutup Asrini.

Dewi Rokhmawati
Dewi Rokhmawati
Beauty should be practical and easy breezy. Especially for someone like me who is mager berat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RECENT POST

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_img

Beauty A to Z